Others

Kutipan buku "Jakarta Convention Center-Jejak Langkah Pelopor MICE Indonesia" part 2

Saat proyek pembangunan Balai Sidang Jakarta dimulai, peran arsitek dan kontraktor sangat krusial pada masa-masa yang ketat dalam penyelesaian proyek. Teddy Boen, insinyur Teknik Sipil, ahli struktur dan pakar gempa lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), ditunjuk untuk menjadi pimpinan proyek pembangunan.
Setidaknya sebanyak 40 mesin eskavator dikerahkan, 250.000 m3 tanah di sekitar Balai Sidang Jakarta dikeruk, 7.000 ton pilar dan kerangka baja di dipasang, dan 35.000 m3 beton dituangkan di area basement.
Untuk detail interior begitu banyak ukiran-ukiran adat Indonesia untuk ditempel di dinding-dinding ruangan. Untuk pengerjaannya, didatangkanlah langsung para pengrajin dan pemahat
dari Bali. Dalam waktu terbatas, yang hanya 10 bulan, tim mengerjakan proyek pada awal November 1991 dengan merenovasi besar-besaran Balai Sidang Jakarta yang tadinya hanya seluas 7.500 m² menjadi 60.000 m². Proyek ini dikerjakan siang malam, 24 jam sehari, dan melibatkan tak kurang dari 4.000 pekerja. Sebuah pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan stamina yang prima.

Kutipan buku "Jakarta Convention Center-Jejak Langkah Pelopor MICE Indonesia"

Kutipan buku
social